Take On Page Berita Olahraga

Take On Page News Olahraga Terupdate dan Terbaru ikuti update terbaru berita bola dari club ternama diseluruh dunia.

Take On Page Berita Olahraga

Take On Page News Olahraga Terupdate dan Terbaru ikuti update terbaru berita bola dari club ternama diseluruh dunia.

Uncategorized

Tim Asuhan Erik Ten Hag Dibantai Tim Junior Flamengo

Tim Asuhan Erik Ten Hag Dibantai Tim Junior Flamengo. Erik ten Hag, pelatih sepak bola asal Belanda yang dikenal dengan kesuksesannya di Ajax Amsterdam, menghadapi awal yang sulit dalam babak baru kariernya bersama Bayer Leverkusen. Setelah dipecat dari Manchester United pada Oktober 2024, Ten Hag diharapkan membawa angin segar ke klub Bundesliga tersebut. Namun, debutnya di laga pramusim melawan tim U-20 Flamengo di Rio de Janeiro berakhir dengan kekalahan telak 1-5. Kekalahan ini tidak hanya mengejutkan karena margin skor, tetapi juga karena Leverkusen menurunkan sejumlah pemain senior. Artikel ini mengupas detail pertandingan, faktor penyebab kekalahan, dan dampaknya bagi masa depan Ten Hag di Leverkusen.

Awal yang Mengejutkan di Brasil

Laga pramusim melawan tim junior Flamengo U-20 di Rio de Janeiro menjadi ujian pertama Ten Hag setelah resmi menggantikan Xabi Alonso sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada Mei 2025. Leverkusen, yang menjuarai Bundesliga 2023/2024, diunggulkan untuk mendominasi pertandingan ini, terutama karena mereka menurunkan pemain senior seperti Mark Flekken, Jonas Hofmann, dan Victor Boniface dalam formasi 3-4-2-1. Namun, harapan tersebut pupus hanya dalam hitungan menit. Flamengo U-20 membuka skor pada menit kedua, memanfaatkan kelengahan lini belakang Leverkusen. Gol kedua menyusul pada menit ke-10, menunjukkan kecepatan dan agresivitas tim muda Brasil tersebut.

Sebelum turun minum, Flamengo sudah unggul 4-0, dengan permainan Leverkusen yang tampak kacau dan tidak terkoordinasi. Ten Hag mencoba melakukan perubahan dengan menarik Flekken dan Boniface pada menit ke-36, tetapi perubahan ini gagal membendung serangan Flamengo. Babak kedua tidak banyak membaik, dengan Flamengo menambah satu gol lagi sebelum Leverkusen mencetak gol hiburan melalui pemain muda berusia 17 tahun, Montrell Culbreath, pada menit akhir. Skor 5-1 menjadi pukulan telak bagi Ten Hag dan skuadnya.

Faktor Penyebab Kekalahan

Kekalahan ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang kesiapan Leverkusen di bawah asuhan Ten Hag. Salah satu faktor utama adalah kurangnya waktu persiapan. Ten Hag baru bergabung dengan tim pada Mei 2025, memberikan waktu kurang dari dua bulan untuk menerapkan filosofi sepak bolanya yang menyerang dan intens. Laga melawan Flamengo U-20 menjadi ujian awal yang menunjukkan bahwa skuad Leverkusen masih jauh dari kohesi yang diperlukan untuk menjalankan taktik Ten Hag.

Selain itu, performa pemain senior seperti Hofmann dan Boniface di bawah ekspektasi, sementara lini belakang Leverkusen tampak rapuh menghadapi serangan cepat pemain muda Flamengo. Rotasi besar-besaran yang dilakukan Ten Hag di babak kedua, dengan memasukkan 13 pemain termasuk Granit Xhaka, Alejandro Grimaldo, dan Patrick Schick, juga gagal mengubah dinamika pertandingan. Keputusan ini justru memperlihatkan kurangnya chemistry antar pemain, yang wajar mengingat ini adalah laga pramusim pertama.

Faktor lain adalah motivasi tinggi tim Flamengo U-20. Meski hanya tim junior, mereka bermain di hadapan pendukung sendiri dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Kecepatan, pressing ketat, dan penyelesaian akhir yang tajam membuat mereka mampu mempermalukan Leverkusen, yang seharusnya memiliki keunggulan pengalaman dan kualitas.

Reaksi dan Dampak bagi Ten Hag: Tim Asuhan Erik Ten Hag Dibantai Tim Junior Flamengo

Kekalahan ini memicu reaksi keras dari penggemar dan media. Banyak yang membandingkan kegagalan ini dengan masa-masa sulit Ten Hag di Manchester United, di mana ia dipecat setelah serangkaian hasil buruk, termasuk kekalahan 4-1 dari West Ham. Meski Ten Hag menegaskan bahwa hasil pramusim bukanlah prioritas utama dan fokusnya adalah mencegah cedera pemain, kekalahan ini tetap menjadi noda di awal kariernya di Leverkusen.

Dalam pernyataannya pasca pertandingan, Ten Hag mengakui kekecewaannya tetapi menekankan pentingnya proses pembangunan tim. Ia menyoroti perlunya waktu untuk mengintegrasikan filosofinya dan membangun kekompakan skuad. Namun, tekanan sudah mulai terasa, terutama karena Leverkusen diharapkan mempertahankan performa kompetitif setelah musim gemilang di bawah Xabi Alonso.

Peluang untuk Bangkit: Tim Asuhan Erik Ten Hag Dibantai Tim Junior Flamengo

Meski debut ini mengecewakan, Ten Hag memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa tim di laga pramusim berikutnya. Leverkusen dijadwalkan menghadapi beberapa klub Eropa lainnya sebelum memulai musim Bundesliga 2025/2026. Pengalaman Ten Hag di Ajax, di mana ia berhasil membawa tim muda ke semifinal Liga Champions 2018/2019, menunjukkan bahwa ia mampu membangun tim yang kompetitif dengan waktu yang cukup. Pemain seperti Florian Wirtz, yang tetap bertahan di Leverkusen meski diminati klub seperti Liverpool, bisa menjadi kunci untuk mewujudkan visi Ten Hag.

Selain itu, Leverkusen memiliki skuad yang kaya talenta muda dan pemain berpengalaman, yang jika dimanfaatkan dengan baik, bisa kembali bersaing di papan atas Bundesliga dan Liga Champions. Tantangan terbesar bagi Ten Hag adalah membangun kepercayaan diri tim dan mengatasi skeptisisme yang muncul setelah kekalahan ini.

Kesimpulan: Tim Asuhan Erik Ten Hag Dibantai Tim Junior Flamengo

Debut Erik ten Hag bersama Bayer Leverkusen melawan tim junior Flamengo U-20 menjadi awal yang pahit, dengan kekalahan 5-1 yang mengejutkan banyak pihak. Kurangnya persiapan, performa di bawah standar dari pemain senior, dan semangat juang tim muda Flamengo menjadi faktor utama di balik hasil ini. Meski demikian, Ten Hag tetap memiliki peluang untuk membuktikan kemampuannya dengan memanfaatkan skuad berbakat Leverkusen dan pengalamannya sebagai pelatih top. Kekalahan ini mungkin hanya batu sandungan sementara, tetapi tekanan untuk segera menunjukkan hasil akan terus membayangi Ten Hag di musim mendatang. Penggemar sepak bola kini menantikan langkah berikutnya dari pelatih Belanda ini untuk membawa Leverkusen kembali ke jalur kemenangan.

BACA SELENGKAPNYA DI…