AC Milan Memuji Tim Serie B Ini Dalam Laga Uji Coba
AC Milan Memuji Tim Serie B Ini Dalam Laga Uji Coba. Sepak bola Italia diramaikan oleh kejutan manis dari laga uji coba di Solbiate Arno. AC Milan, yang sedang mempersiapkan diri jelang Derby della Madonnina, takluk 2-3 dari Virtus Entella, tim Serie B yang sedang naik daun. Pertandingan pada Jumat, 14 November 2025, ini jadi ajang tes kebugaran bagi Rossoneri di bawah Massimiliano Allegri, dengan campuran pemain senior dan junior. Meski kalah, Allegri justru angkat topi untuk ketangguhan Entella, menyebut mereka sebagai lawan yang bikin Milan belajar banyak. Christian Pulisic cetak gol pembuka dan pakai lengan kapten, sementara Ardon Jashari main penuh 90 menit usai cedera. Kekalahan ini bukan bencana, tapi pengingat bahwa kompetisi tak kenal ampun. Dengan jadwal Serie A yang padat, laga ini ungkap celah yang harus ditambal cepat. Artikel ini bedah kronologi, performa, dan reaksi yang bikin berita ini hangat. BERITA BOLA
Kronologi Pertandingan yang Sengit dari Awal: AC Milan Memuji Tim Serie B Ini Dalam Laga Uji Coba
Duel di Solbiate Arno langsung panas. Milan, dengan formasi 4-4-2 eksperimental, buka skor cepat di menit ke-9. Christian Pulisic, yang dapat umpan manis dari Matija Magrassi, lolos ke depan kiper dan tendang dingin untuk 1-0. Suasana terasa ringan awalnya, tapi Entella tak mau kalah. Di menit ke-30, Youssouf Fofana lengah saat disita bola di pinggir kotak penalti, biaya gol penyeimbang dari penyerang tengah tamu yang finis akurat dari sisi kiri. Skor 1-1 menutup babak pertama, dengan Milan pegang bola 58 persen tapi tembakan tepat sasaran imbang 4-4.
Babak kedua bawa lebih banyak drama. Allegri rotasi tiga pemain: Lorenzo Torriani ganti Pietro Terracciano di gawang, Chaka Traore masuk ganti Magrassi, dan Branca tukar Ruben Loftus-Cheek. Milan balik unggul di menit 55 lewat gol mudah Tommaso Borsani, yang sambut umpan silang akurat Traore di kotak penalti—2-1. Tapi, Entella balas dendam cepat. Di menit 65, kesalahan umpan Ardon Jashari biaya gol kedua tamu; Boccadamo lolos dan tendang bebas melewati Torriani. Skor 2-2. Klimaks datang di menit 87: serangan balik Entella dimanfaatkan Portanova, yang kasih umpan matang ke Debenedetti untuk finis tenang. Akhirnya, 2-3 untuk Serie B. Statistik tutup dengan Milan unggul penguasaan bola 62 persen, tapi efisiensi Entella di counter bikin perbedaan.
Performa Pemain Milan: Sorotan Positif dan Blunder: AC Milan Memuji Tim Serie B Ini Dalam Laga Uji Coba
Pulisic jadi pahlawan malam itu. Bermain 90 menit penuh sebagai kapten, ia tak hanya cetak gol pembuka tapi juga ciptakan peluang lain dengan dribel lincah. “Saya senang kembali tanpa masalah,” katanya singkat, tunjukkan kebugaran pasca-cedera. Jashari, yang absen sejak Agustus, juga tampil solid sepanjang laga—90 menit penuh dengan umpan akurat di awal—meski kesalahannya di akhir jadi catatan hitam. Traore dan Borsani beri kilau: umpan Traore untuk gol kedua jadi contoh transisi cepat yang Allegri cari.
Di sisi lain, Fofana alami hari buruk. Kesalahannya di babak pertama bukan cuma biaya gol, tapi juga soroti timing passing yang lemah sepanjang musim. Loftus-Cheek minim ancaman sebelum diganti, sementara Pervis Estupinan kesulitan di sisi kiri, sering kehilangan duel. Pertahanan Milan secara keseluruhan rapuh, dengan organisasi buruk di akhir yang biaya gol penentu. Laga ini sukses sebagai tes fitness—Pulisic dan Jashari pulih optimal—tapi ekspos kelemahan koordinasi belakang. Junior seperti Borsani beri harapan, tapi senior harus polesan lebih untuk Derby.
Reaksi Allegri dan Pujian Khusus untuk Entella
Allegri tak sembunyi kekecewaan, tapi responsnya matang. “Kami kalah dari tim yang punya hati juang tinggi dan eksekusi tajam,” ujarnya pasca-laga, langsung puji Virtus Entella sebagai “lawan yang bikin kami hormat dan belajar.” Ia sebut skuad Serie B itu “efektif di momen krusial, terutama counter mereka yang mematikan,” khusus soroti pemain seperti Boccadamo dan Debenedetti yang ubah alur. Pujian ini bukan sekadar basa-basi; Allegri tekankan laga friendly seperti ini penting untuk “rasakan tekanan nyata,” dan Entella beri itu semua meski kalah kelas.
Pemain ikut setuju. Pulisic bilang, “Mereka tekan kami keras, pantas dapat pujian atas semangatnya.” Jashari, yang rasakan comeback-nya, tambah, “Entella manfaatkan kesalahan kami pintar—itu pelajaran bagus untuk tim.” Fans di media sosial ramai dukung narasi ini, dengan tagar soal “respect to Entella” trending lokal. Media soroti Fofana sebagai “titik lemah,” tapi secara keseluruhan, reaksi positif: kekalahan ini lebih baik di friendly daripada resmi. Allegri manfaatkan momentum untuk dorong skuad, “Fokus Derby sekarang, tapi ingat pelajaran dari hari ini.” Pujian untuk Entella jadi cara jaga sportivitas, sambil ingatkan Milan jangan anggap enteng siapa pun.
Kesimpulan
Kekalahan 2-3 AC Milan dari Virtus Entella di laga uji coba ungkap sisi rapuh Rossoneri, tapi juga bawa nilai tak ternilai. Kronologi penuh balik arah, performa gemilang Pulisic kontras blunder Fofana-Jashari, dan pujian Allegri untuk ketangguhan tim Serie B, buat berita ini lebih dari sekadar skor. Ini friendly untuk fitness, dan Milan pulang dengan Jashari siap tempur plus pelajaran defensif krusial jelang Derby.
Sepak bola ajar bahwa underdog bisa gigit, dan Entella bukti nyata. Allegri punya amunisi: rotasi sukses, pemain pulih, dan mental lebih tajam. Rossoneri bangkit, siap rebut poin di Serie A. Musim ini panjang, dan kejutan seperti ini justru bikin perjalanan lebih seru. Fans, Derby menanti—waktunya balas dendam.