Alasan Mengapa Jonathan David Dimusuhi Juventus
Alasan Mengapa Jonathan David Dimusuhi Juventus. Akhir-akhir ini, nama Jonathan David sering menjadi bahan pembicaraan di kalangan pendukung Juventus, tapi bukan karena gol-golnya yang memukau. Striker asal Kanada yang bergabung secara gratis musim panas 2025 ini justru dikabarkan mendapat sikap dingin dari rekan setim dan sebagian fans. Rumor isolasi di ruang ganti hingga tuduhan sikap kurang greget di lapangan membuatnya seperti “dimusuhi” di Turin. Padahal, David datang dengan reputasi tajam setelah bertahun-tahun sukses di liga Prancis. Perkembangan terbaru ini mencuat jelang akhir 2025, memicu debat panas tentang adaptasi pemain asing di klub besar Italia. BERITA OLAHRAGA
Performa Lapangan yang Menjadi Sorotan: Alasan Mengapa Jonathan David Dimusuhi Juventus
Sejak tiba di Juventus, Jonathan David memang belum tampil sesuai ekspektasi tinggi. Gol debutnya memang ada, tapi selebihnya jarang sekali menyumbang angka signifikan. Banyak pengamat menilai dia kurang agresif, seperti enggan “makan rumput” saat bertanding. Saat masuk sebagai pengganti, pergerakannya terlihat datar, tidak menunjukkan semangat juang yang biasa diharapkan dari penyerang di Serie A. Kompetisi ketat dengan rekan satu posisi membuat menit bermainnya terbatas, yang semakin memperburuk kepercayaan dirinya. Kritik ini datang dari berbagai pihak, termasuk mantan pelatih yang menyebut sikapnya tidak sesuai dengan kultur fans Juventus yang menuntut totalitas tinggi. Hasilnya, sebagian pendukung mulai kecewa dan menyuarakan ketidakpuasan di media sosial serta forum diskusi.
Isu di Luar Lapangan dan Rumor Isolasi: Alasan Mengapa Jonathan David Dimusuhi Juventus
Selain performa, masalah David ternyata juga merembet ke ruang ganti. Kabar menyebut dia sering terisolasi karena sifat pemalu dan kendala bahasa, mengingat dia lebih nyaman berbicara dalam bahasa Inggris. Ada rumor dia tidak diundang ke acara makan malam tim atau bahkan dikeluarkan dari grup obrolan internal. Beberapa laporan menyebut rekan setim merasa dia kurang berusaha mendekat, sementara David sendiri tampak menarik diri akibat tekanan adaptasi di negara baru. Pelatih Luciano Spalletti sempat bercanda soal “dosa kuliner” David yang menaburkan keju parmesan pada pasta seafood – sesuatu yang dianggap tabu di Italia – sebagai alasan kenapa dia “tidak diundang lagi”. Meski disampaikan dengan nada ringan, ini menunjukkan betapa budaya lokal menjadi penghalang integrasi. Pemain senior seperti kiper dan gelandang bahkan angkat bicara membantah rumor berat, menegaskan tim tetap solid.
Respons Klub dan Perkembangan Terkini
Juventus sebagai klub berusaha meredam isu ini dengan cepat. Spalletti secara tegas membantah adanya pengucilan, menekankan bahwa David adalah bagian penting dari skuad dan sedang dalam proses adaptasi. Beberapa pemain memposting foto bersama David untuk menunjukkan kebersamaan. Klub juga menolak tawaran pertukaran pemain dari luar yang sempat muncul, menandakan keyakinan mereka pada potensi jangka panjang striker 25 tahun ini. Meski begitu, tekanan tetap ada, apalagi dengan cedera pemain lain yang seharusnya memberi peluang lebih besar bagi David. Situasi ini menjadi pelajaran tentang tantangan pemain asing menghadapi ekspektasi tinggi dan budaya tim yang kuat di Italia.
Kesimpulan
Alasan Jonathan David seperti “dimusuhi” di Juventus sebenarnya campuran antara performa lapangan yang belum maksimal dan isu adaptasi di luar lapangan. Kritik fans lahir dari harpektasi tinggi terhadap rekrutan baru, ditambah rumor isolasi yang dibumbui elemen budaya seperti bahasa dan kebiasaan sehari-hari. Namun, dengan bantahan dari pelatih dan rekan setim, plus lelucon ringan yang mencairkan suasana, situasi ini bisa berubah menjadi motivasi. David masih punya waktu untuk membuktikan diri, terutama di paruh kedua musim. Pada akhirnya, kesuksesan di klub sebesar Juventus sering butuh kesabaran, baik dari pemain maupun pendukung. Kita tunggu saja apakah dia bisa bangkit dan memenangkan hati semua pihak.